Di balik kesuksesan industri oleh-oleh di Mataram, Nusa Tenggara Barat, terdapat kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Dini Permatasari. Kepiawaian dan kegigihan Dini dalam membangun bisnis telah mengubah wajah toko oleh-oleh di Mataram dan membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya. Kisah Dini Permatasari menjadi salah satu contoh nyata bahwa tekad dan kerja keras bisa mengantarkan seseorang mencapai kesuksesan, sekaligus membuka peluang bagi banyak orang di daerahnya.
Dini Permatasari berasal dari sebuah keluarga sederhana di Kota Mataram. Sejak kecil, Dini terbiasa membantu orang tua di usaha kecil-kecilan milik keluarga. Namun, Dini memiliki mimpi yang lebih besar: ingin menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat sekitar melalui bisnis oleh-oleh lokal khas NTB.
Setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan Manajemen, Dini mulai merancang bisnis toko oleh-oleh. Modal yang dimiliki sangat terbatas, namun Dini tidak putus asa. Ia memanfaatkan keterampilan pemasaran digital yang telah dipelajari, dan mulai membangun branding bisnis melalui media sosial. Ia juga merangkul produsen makanan tradisional di sekitar Mataram agar bisa menjadi pemasok utama di tokonya.
Pada tahun 2016, Dini resmi membuka “Toko Oleh Permatasari” di salah satu sudut kota Mataram. Awalnya, toko kecil ini hanya menyediakan beberapa jenis makanan khas NTB seperti kacang mete, sambal lombok, keripik pisang, dan Sate Bulayak. Banyak tantangan yang dihadapi Dini di awal usahanya, mulai dari terbatasnya modal, minimnya pengetahuan bisnis, hingga persaingan dengan toko oleh-oleh yang sudah lebih dulu eksis.
Namun, Dini tidak menyerah. Ia berupaya membuat toko oleh-oleh yang berbeda dengan menawarkan produk berkualitas, kemasan menarik, serta pelayanan ramah. Setiap pelanggan yang datang selalu diperlakukan seperti keluarga. Dini juga rutin melakukan riset pasar untuk menambahkan produk baru yang sedang tren di kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal.
Berkat kegigihan dan inovasi, “Toko Oleh Permatasari” makin dikenal. Dini mengembangkan sistem pemasaran digital dengan membuat website toko, mengaktifkan Instagram dan Facebook bisnis, serta menggandeng travel agent yang sering membawa wisatawan ke NTB. Ia juga aktif mengikuti pameran UKM di luar daerah, sehingga jangkauan produk tidak terbatas di Mataram saja, tetapi mulai menembus pasar regional dan nasional.
Selain itu, Dini terus belajar untuk meningkatkan kualitas produknya. Ia mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah daerah, termasuk pelatihan packaging, pemasaran online, dan inovasi produk kuliner.
Salah satu kunci sukses Dini adalah kemampuannya memberdayakan masyarakat sekitar. Ia melibatkan ibu-ibu rumah tangga dalam proses produksi makanan khas, serta memberikan pelatihan keterampilan agar mereka dapat memperoleh tambahan penghasilan.
Toko oleh-olehnya menjadi mitra bagi lebih dari 40 UMKM lokal di Mataram dan sekitarnya. Dini membantu para pengrajin makanan untuk memperbaiki kualitas produk, mengemas dengan lebih menarik, dan menjual dengan harga bersaing. Dengan demikian, toko ini tidak hanya menjadi pusat oleh-oleh, tetapi juga wadah perkembangan UMKM.
Mataram sebagai kota tujuan wisata semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Dini melihat peluang tersebut dengan menyediakan produk oleh-oleh yang sesuai selera wisatawan, seperti aneka souvenir, batik NTB, kopi lokal, serta makanan khas Lombok-Sumbawa. Toko milik Dini kemudian menjadi salah satu destinasi wajib bagi pelancong yang ingin membawa buah tangan dari NTB.
Dini menambah fasilitas di toko oleh-olehnya dengan ruang istirahat, cafe kecil yang menjual kopi Lombok, dan layanan pengiriman oleh-oleh ke luar daerah. Tidak hanya itu, toko juga menyediakan paket hampers bagi perusahaan dan instansi yang berkunjung ke NTB.
Selama tujuh tahun beroperasi, Toko Oleh Permatasari telah memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Lebih dari 120 orang telah diberdayakan melalui pelatihan dan lapangan pekerjaan baru. Produk oleh-oleh Dini juga telah mendapat pengakuan di tingkat provinsi, dengan beberapa di antaranya masuk nominasi produk unggulan NTB.
Dini Permatasari telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya:
Beberapa media nasional dan lokal pun meliput kisah Dini sebagai inspirasi perempuan muda yang berhasil memberdayakan masyarakat, membangun bisnis, dan menjaga budaya lokal lewat produk oleh-oleh.
Dini Permatasari tidak berhenti sampai di sini. Ia bermimpi agar toko oleh-oleh yang dibangunnya terus berkembang dan menjadi pusat oleh-oleh yang mendunia. Di masa depan, Dini ingin membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia, serta mengekspor produk lokal NTB ke luar negeri. Selain itu, ia terus berkomitmen mendukung UMKM dan memberi pelatihan bagi anak muda yang ingin memulai usaha di bidang kuliner dan kerajinan.
Dalam berbagai kesempatan, Dini selalu menekankan pentingnya kegigihan dan semangat berbagi dalam berwirausaha. Ia berharap banyak pemuda NTB yang terinspirasi untuk memulai bisnis dengan memberdayakan potensi lokal. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal keuntungan material, tetapi juga tentang manfaat dan dampak positif yang diberikan kepada masyarakat.
Kisah Dini Permatasari dan Toko Oleh di Mataram, Nusa Tenggara Barat menjadi bukti nyata bahwa wirausaha bukan sekadar soal berdagang, namun juga tentang cita-cita membangun negeri dan memberdayakan masyarakat. Melalui inovasi, kegigihan, dan empati, Dini telah menjadi pionir bagi kemajuan UMKM di NTB. Toko Oleh Permatasari mengajarkan banyak orang bahwa kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, percaya diri, dan terus berbagi manfaat.
Kisah Dini Permatasari kini menjadi inspirasi bagi generasi muda NTB. Dengan semangat dan tekad, siapa pun bisa meraih mimpi dan membawa perubahan positif bagi daerahnya.