Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menjadi saksi pada lahirnya berbagai tokoh pengusaha sukses yang menginspirasi banyak pelaku bisnis lokal. Salah satu figur yang patut dicontoh adalah H. Ahmad Pratama Hakim, seorang pengusaha yang membangun bisnis penyewaan dari nol hingga menjadi salah satu bisnis penyewaan terkemuka di wilayah NTB. Kisah perjalanan beliau tidak hanya dipenuhi tantangan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan menggapai sukses melalui kerja keras, keuletan, dan inovasi.
H. Ahmad Pratama Hakim lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga sederhana di Mataram. Beliau menanamkan nilai kerja keras sejak muda. Setelah menyelesaikan pendidikan, Ahmad memutuskan untuk tidak mencari pekerjaan kantoran. Ia lebih tertarik dengan bidang wirausaha, terutama dalam sektor jasa penyewaan yang saat itu masih sangat minim di kota Mataram.
Dengan modal tabungan pribadi dan dukungan kecil dari keluarga, Ahmad memulai usaha penyewaan alat pesta seperti kursi, tenda, sound system, dan peralatan dekorasi lain. Pada masa awal, beliau hanya memiliki beberapa unit alat, dan sering kali turun langsung mengantarkan serta menata barang sewanya demi kepuasan pelanggan.
Tidak mudah bagi Ahmad untuk bersaing di tengah keterbatasan modal dan minimnya pengalaman. Namun, kepribadian beliau yang jujur dan ramah membuat banyak pelanggan merasa nyaman. Dari mulut ke mulut, jasa penyewaan milik Ahmad mulai dikenal dan dipercaya untuk berbagai acara, seperti pernikahan, seminar, hingga event lokal.
Seiring waktu, bisnisnya semakin berkembang. Ahmad menambah jenis barang sewaan, memperluas jaringan pemasaran, hingga akhirnya memiliki gudang dan tim kerja yang solid. Bisnisnya kini melayani pelanggan di seluruh NTB, bahkan menjangkau wilayah Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.
Kesuksesan Ahmad tidak terlepas dari sejumlah strategi yang diterapkan dengan konsisten. Berikut adalah beberapa strategi yang menjadi kunci utama dalam bisnis penyewaan miliknya:
Strategi-strategi ini terbukti ampuh menghadapi tantangan persaingan, meningkatkan brand awareness, serta meminimalisir komplain pelanggan.
Setiap bisnis pasti menghadapi tantangan, demikian pula Ahmad. Di NTB, tantangan terbesar adalah musim sepi acara, keterbatasan modal awal, serta fluktuasi ekonomi lokal. Saat pandemi COVID-19 melanda, events hampir terhenti, namun Ahmad tidak menyerah. Beliau mengalihkan bisnis penyewaan ke sektor lain seperti alat camping dan kebutuhan outdoor, sehingga bisnis tetap berjalan.
Ahmad juga aktif mengikuti pelatihan bisnis dan workshop manajemen usaha yang diadakan pemerintah daerah dan swasta. Ini menjadikannya serta tim lebih adaptif menghadapi perubahan pasar dan meningkatkan inovasi layanan.
Selain mengembangkan bisnis penyewaan, Ahmad Pratama Hakim dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat sekitar. Beliau membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal, terutama bagi anak muda yang ingin belajar usaha. Ahmad sering memberikan pelatihan singkat terkait pengelolaan usaha, teknik pemasaran, hingga pengelolaan keuangan sederhana.
Kontribusinya juga diwujudkan melalui donasi perlengkapan acara gratis untuk kegiatan sosial seperti pengajian, bakti sosial, dan seminar pendidikan. Ahmad percaya, sukses tidak hanya untuk dinikmati sendiri, namun harus dibagikan agar memberi manfaat luas.
Ahmad selalu berpesan kepada pengusaha pemula untuk tidak takut gagal. Menurutnya, “Kegagalan adalah pelajaran berharga. Jika konsisten dan mau belajar dari kesalahan, pasti akan berhasil.” Beliau menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pelanggan dan tidak mudah menyerah pada tantangan.
Ahmad juga menyarankan agar pengusaha pemula memanfaatkan potensi lokal dan peluang yang ada di sekitar. Dengan memulai dari apa yang dimiliki dan mengembangkan relasi, bisnis akan tumbuh lebih kuat dan bertahan lama. Ahmad percaya bahwa bisnis jasa penyewaan di NTB sangat potensial seiring berkembangnya pariwisata dan budaya event di wilayah tersebut.
Bisnis penyewaan yang dirintis Ahmad Pratama Hakim kini menjadi salah satu pilar penting dalam industri jasa di NTB. Ahmad terus berinovasi dengan menambah jenis layanan seperti penyewaan alat catering, alat musik, dan perlengkapan gedung acara. Kolaborasi dengan pelaku pariwisata, hotel, serta event organizer semakin memperluas cakupan usaha.
Ahmad optimis bahwa bisnis penyewaan di Mataram akan semakin berkembang, apalagi dengan dukungan pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata dan event lokal. Bisnis ini bukan hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong ekonomi kreatif di NTB.
Kisah H. Ahmad Pratama Hakim membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan inovasi, siapa pun bisa menciptakan bisnis yang sukses dan bermanfaat bagi banyak orang. Usaha penyewaan miliknya tidak hanya memberikan jasa kepada pelanggan, tapi juga memotivasi generasi muda untuk berani berwirausaha. Semangat Ahmad dalam menghadapi tantangan dan berbagi manfaat mengukuhkan beliau sebagai role model pengusaha di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis penyewaan ataupun usaha lain, untuk selalu optimis dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.