Lalu Budi Hartono lahir dan tumbuh di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam keluarga sederhana yang sangat menjunjung pendidikan dan kerja keras. Sejak kecil, Budi Hartono telah mengenal tantangan hidup di Lombok, terutama melihat minimnya fasilitas hiburan keluarga di kotanya. Ide mendirikan wahana air muncul setelah ia berlibur ke luar negeri dan mengunjungi beberapa waterpark terkenal.
Sepulang dari perjalanan tersebut, Lalu Budi Hartono memiliki impian besar: membangun sebuah waterpark modern di Lombok yang dapat menjadi destinasi wisata keluarga, sekaligus mendorong ekonomi lokal. Namun, ia menyadari bahwa merealisasikan impian tersebut membutuhkan modal, pengetahuan, dan dukungan dari berbagai pihak.
Perjalanan Lalu Budi Hartono dimulai dengan riset pasar dan studi kelayakan. Ia merangkul para pengusaha lokal dan pemerintah daerah untuk mendiskusikan kemungkinan pendirian wahana air di Mataram. Sikap optimistis Budi bertemu dengan berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, minimnya pengalaman dalam pengelolaan wahana hiburan, hingga kekhawatiran masyarakat akan dampak lingkungan.
Tidak menyerah, Lalu Budi mencari mitra dan investor dari luar daerah serta mengajukan proposal bisnis profesional. Ia juga terlibat aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat Waterpark Lombok, mulai dari peluang kerja hingga peningkatan perekonomian.
Dukungan pemerintah Mataram sangat penting bagi proyek ini. Pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan, membantu sosialisasi, dan membangun infrastruktur pendukung. Lalu Budi juga menggandeng komunitas lokal, memberdayakan mereka dalam pembangunan dan operasional waterpark, sehingga terbuka peluang kerja dan pelatihan kepada warga sekitar.
Setelah berhasil mendapatkan investor dan dukungan, pembangunan Waterpark Lombok dimulai pada tahun 2017. Proses ini melibatkan puluhan tenaga kerja lokal dan menggunakan bahan baku serta jasa dari perusahaan setempat, agar dampak ekonomi terasa langsung ke masyarakat.
Kehadiran Waterpark Lombok membawa perubahan besar di Mataram. Banyak warga yang sebelumnya menganggur, kini bekerja sebagai staf, petugas keamanan, atau pengelola kios. Selain itu, waterpark menjadi tempat wisata utama yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menurut data Dinas Pariwisata Mataram, pengunjung Waterpark Lombok mencapai lebih dari 300.000 orang setiap tahun. Ini mendorong sektor pariwisata, memperkenalkan Lombok tidak hanya lewat pantai, tapi juga wahana hiburan keluarga yang modern.
Dampak ekonomi pun terasa luas. Banyak pelaku UMKM yang memperoleh pendapatan tambahan, berbagai komunitas lokal terlibat dalam event dan festival di area waterpark, serta peluang usaha baru bermunculan, seperti transportasi wisata dan jasa fotografi.
Kisah Lalu Budi Hartono mengajarkan bahwa tidak ada impian yang terlalu besar. Jika dijalani dengan kerja keras dan tekad kuat, setiap tantangan dapat diatasi. Waterpark Lombok bukan sekadar wahana air; ini adalah simbol inovasi dan harapan baru bagi masyarakat Lombok.
Budi sering membagikan kisahnya melalui seminar dan pelatihan untuk generasi muda, mendorong mereka agar berani bermimpi dan berinovasi. Ia menunjukkan pentingnya membangun jaringan, memperluas wawasan, dan terus belajar agar bisa memberi kontribusi pada daerah tercinta.
Waterpark Lombok terus berkembang, menghadirkan berbagai inovasi seperti wahana edukasi, zona event, dan program eco-tourism. Lalu Budi berencana memperluas area wisata dengan tambahan berbagai atraksi budaya, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih jauh kekayaan Lombok.
Dengan semangat pantang menyerah, Lalu Budi Hartono membuktikan bahwa mimpi besar bisa terwujud jika didukung inovasi, kolaborasi, dan kerja keras. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha dan pegiat pariwisata di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa daerah bisa maju dengan kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.