Admin 04 Jun 2026 03:32
admin #umum

 

Kisah Sukses Rini Kumala dan Toko Batik Sasambo
di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Batik Sasambo NTB
“Kesuksesan berawal dari mimpi, ketekunan, dan cinta akan budaya sendiri.”

Kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terkenal sebagai salah satu pusat pengembangan batik di kawasan timur Indonesia. Salah satu sosok perempuan inspiratif yang berhasil mengangkat nama batik daerah ini adalah Rini Kumala, pendiri dan pemilik Toko Batik Sasambo. Lewat ketekunan dan kecintaannya pada budaya lokal, Rini membuktikan bahwa warisan tradisional dapat membawa berkah dan membuka pintu kesuksesan, baik untuk dirinya sendiri, para pengrajin di sekitarnya, maupun lingkungan sekitarnya.

Awal Mula & Inspirasi Mendirikan Toko

Rini Kumala bukan berasal dari keluarga pengusaha. Ia tumbuh besar di lingkungan pesisir Lombok Barat, terbiasa melihat batik Sasambo menghiasi pakaian masyarakat sehari-hari. Namun, pada awalnya, ia tidak berpikir untuk menekuni bidang itu. Baru ketika menyelesaikan pendidikan dan bekerja sebagai staf pemasaran di salah satu hotel bintang tiga di Kota Mataram, ia sadar betapa penting dan berartikannya batik sebagai identitas budaya NTB.

Suatu ketika, seorang wisatawan manca negara menanyakan batik motif Sasambo. Rini kesulitan membantu karena toko-toko batik di Mataram waktu itu sangat terbatas, bahkan banyak yang lebih mengutamakan batik motif Jawa. Hal ini menjadi titik balik baginya. Ia tergerak untuk mengembangkan batik khas NTB agar memiliki tempat khusus di hati masyarakat dan wisatawan. Pada tahun 2013, dengan modal tabungan yang tidak besar, ia memberanikan diri mendirikan Toko Batik Sasambo di kawasan Cakranegara.

Arti Sasambo dan Filosofi Motif Batik NTB

Nama Sasambo merupakan akronim dari tiga suku besar di NTB: Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (Bima). Rini ingin mengembangkan batik dengan motif yang merepresentasikan kekayaan budaya maupun kebersamaan ketiga etnis tersebut. Motif-motif khas seperti bale lumbung, kuda Sumbawa, tenun ikat Bima, hingga fauna lokal seperti burung poksay, menjadi ciri khas yang melekat dalam setiap karya yang diproduksi Tokonya.

  • Bale Lumbung: melambangkan kegigihan dan persatuan masyarakat sasak.
  • Kuda Sumbawa: simbol kekuatan dan keanggunan dari wilayah Sumbawa.
  • Tenun Ikat Bima: perpaduan warna mencolok menandakan keberanian dan keunikan masyarakat Bima.

Melalui batik, Rini Kumala memperkenalkan filosofi hidup, alam, dan budaya orang NTB ke seluruh Indonesia, bahkan ke kancah internasional.

Perjuangan Membangun Usaha dari Nol

Merintis usaha batik lokal bukan perkara mudah. Pada awalnya, banyak konsumen lebih melirik batik bermotif Jawa yang sudah lebih populer. Rini harus melakukan sosialisasi dan promosi agar masyarakat lokal mencintai batik daerahnya sendiri. Ia juga sempat dihadapkan pada kendala modal, keterbatasan bahan baku, hingga tantangan dalam menemukan pengrajin yang mau bereksperimen dengan motif baru.

Demi meningkatkan kualitas, Rini rutin mengikuti pelatihan, baik yang diselenggarakan pemerintah daerah, instansi pendidikan, maupun lembaga swasta. Ia juga menjalin kemitraan dengan para pengrajin batik di Pringgasela dan Sumbawa. Perlahan, Batik Sasambo mulai dikenal. Tak hanya menawarkan kain batik, toko ini juga menyediakan produk turunan seperti baju, selendang, tas, kerudung, dan aksesoris berpadu sentuhan modern agar diminati berbagai kalangan.

Pencapaian dan Pengakuan

Kerja keras dan inovasi Rini Kumala membuahkan hasil. Toko Batik Sasambo sering mendapat kepercayaan untuk mengisi booth di pameran ekonomi kreatif tingkat lokal dan nasional. Ia pernah diundang mengikuti pameran INACRAFT di Jakarta, bahkan produknya pernah diekspor ke Malaysia melalui kerja sama UMKM NTB.

Prestasi lain, Batik Sasambo digunakan sebagai seragam dinas di beberapa instansi Pemerintah Provinsi NTB dan sekolah-sekolah di Lombok dan Sumbawa. Produk Batik Sasambo juga menjadi oleh-oleh khas yang semakin digemari wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, pada tahun 2019, Rini memperoleh penghargaan “Penggerak Batik Khas Daerah” dari Dinas Perindustrian NTB.

Memberdayakan Masyarakat Sekitar

Bagi Rini Kumala, kesuksesan tidak hanya soal omzet atau popularitas. Ia sadar, usaha miliknya bisa menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan sekitarnya. Saat ini, Toko Batik Sasambo telah mempekerjakan lebih dari 30 pengrajin tetap, sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah dari desa Pringgasela. Rini memberikan pelatihan membatik, teknik pewarnaan alami, hingga pemasaran daring.

Dengan kehadirannya, banyak pengrajin lokal tak lagi tergantung pada tengkulak dan mendapat pemasukan yang layak. Rini menerapkan sistem bagi hasil yang adil dan transparan. Selain memberdayakan ekonomi, ia juga rutin mengadakan pelatihan budaya dan literasi batik di sekolah-sekolah, agar generasi muda mengenal dan mencintai batik Sasambo sejak dini.

Inovasi di Era Digital

Memasuki era digital, Rini Kumala tidak ketinggalan zaman. Ia memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas pasar. Toko Batik Sasambo kini memiliki akun Instagram dan Facebook yang aktif menampilkan koleksi terbaru serta cerita tentang proses pembuatan batik.

Strategi pemasaran digital yang dilakukan membuahkan hasil. Para pelanggan dari luar daerah, seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali, dapat dengan mudah membeli produk Batik Sasambo secara daring. Di masa pandemi, inovasi ini menjadi penyelamat usaha karena toko offline mengalami penurunan kunjungan.

Menghadapi Tantangan dan Masa Depan Batik Sasambo

Setiap perjalanan sukses tentu tidak lepas dari tantangan. Bagi Rini, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi kualitas, memperkuat identitas motif, hingga menghadapi persaingan dengan produk batik luar daerah. Ia terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mencintai dan melestarikan batik lokal.

Untuk masa depan, Rini bertekad menularkan semangat wirausaha kepada lebih banyak perempuan NTB. Ia bercita-cita mendirikan pusat pelatihan batik Sasambo dan memberdayakan lebih banyak masyarakat, sehingga batik NTB menjadi ikon dan warisan yang membanggakan di tingkat nasional maupun global.

Penutup

Kisah Rini Kumala adalah contoh nyata betapa kecintaan pada budaya, keuletan, dan sikap pantang menyerah dapat membawa perubahan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Melalui Toko Batik Sasambo, ia membuktikan bahwa produk lokal NTB layak bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Semoga jejak langkah Rini Kumala dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan tradisi Indonesia.

*Semua informasi di halaman ini bersumber dari data yang tersedia secara online dan disadur untuk menjadi konten edukatif dan inspiratif. Jika ada ketidaksesuaian informasi, harap dilaporkan via link kontak kami untuk dapat diadakan revisi.

Kisah Sukses Rini Kumala Dan Toko Batik Sasambo Di Mataram Nusa Tenggara Barat


admin
Admin
2026-06-04 03:32:06

Kisah Sukses Sri Rahmat Dan Kedai Teh Sasambo Di Mataram Nusa Tenggara Barat


admin
Admin
2026-06-04 03:32:06

Kisah Sukses Baiq Rini Pratama Dan Toko Snack Di Mataram Nusa Tenggara Barat


admin
Admin
2026-06-04 03:32:06

Kisah Sukses Lalu Rini Pratama Dan Wisata Pantai Di Mataram Nusa Tenggara Barat


admin
Admin
2026-06-04 03:32:06

Kisah Sukses Lalu Rini Hakim Dan Wisata Adventure Di Mataram Nusa Tenggara Barat


admin
Admin
2026-06-04 03:32:06