Kisah sukses selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani memulai dan menghadapi tantangan dalam membangun usaha. Di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ada seorang pengusaha perempuan bernama Baiq Veri yang membuktikan bahwa ketekunan dan kreativitas dapat mengantarkan usaha kecil meraih keberhasilan. Toko Pernik yang beliau kelola kini menjadi salah satu toko kerajinan tangan terkemuka di kota tersebut, dengan pelanggan yang datang dari berbagai daerah.
Baiq Veri adalah seorang ibu rumah tangga yang mulai menekuni usaha kerajinan tangan sejak tahun 2010. Berbekal keterampilan membuat pernik-pernik aksesoris seperti bros, gelang, gantungan kunci, dan hiasan rumah, Baiq Veri awalnya hanya memenuhi pesanan teman-teman terdekat. Namun, keuletannya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas produknya perlahan membuahkan hasil.
Tantangan terbesar yang dihadapi Baiq Veri pada awalnya adalah keterbatasan modal dan akses ke pasar yang lebih luas. Ia harus berhemat untuk membeli bahan baku dan menggunakan media sosial seadanya untuk mempromosikan karyanya. Dengan semangat pantang menyerah, beliau mulai mengikuti berbagai pelatihan UMKM dan aktif berjejaring dengan pengrajin lain di Mataram.
Setelah melewati masa-masa jatuh bangun, pada tahun 2014 Baiq Veri memberanikan diri membuka toko fisik bernama Toko Pernik di salah satu kawasan ramai di Kota Mataram. Ia memanfaatkan lokasi strategis untuk menarik minat pelanggan yang lewat, sekaligus menata toko dengan tampilan yang menarik dan penuh warna.
Keberadaan Toko Pernik memberikan peluang baru, tidak hanya bagi Baiq Veri, namun juga pengrajin-pengrajin lokal lain yang membutuhkan tempat pemasaran. Baiq Veri membuka peluang kemitraan dengan mereka, sehingga Toko Pernik kini menjadi pusat oleh-oleh kerajinan tangan khas NTB seperti pernik mutiara, kain tenun, aneka aksesoris, dan kerajinan dari bambu.
Pandemi COVID-19 sempat memukul bisnis Baiq Veri. Penjualan menurun drastis akibat sepinya wisatawan dan pembatasan sosial. Namun, Baiq Veri tidak menyerah. Ia mengalihkan promosi ke jalur daring, membuat katalog digital produk, serta aktif mengikuti pelatihan daring untuk mengembangkan strategi pemasaran baru.
Berkat kegigihannya, Baiq Veri berhasil memperluas jangkauan pasar ke luar daerah bahkan luar negeri. Banyak pesanan datang dari pelanggan di Jakarta, Bandung, hingga Malaysia yang tertarik dengan kerajinan khas Lombok.
Toko Pernik tidak hanya dikenal di Mataram, tapi juga sering dipilih sebagai pemasok suvenir pada berbagai acara dan seminar tingkat provinsi serta nasional. Baiq Veri beberapa kali memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah sebagai pelaku UMKM inspiratif.
Salah satu nilai lebih dari perjalanan Baiq Veri adalah kontribusi sosial terhadap masyarakat sekitar. Ia tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 15 perajin lokal, tapi juga aktif membagikan ilmunya melalui pelatihan gratis bagi pelajar dan ibu rumah tangga.
Produk-produk Toko Pernik juga berhasil mengangkat citra kerajinan NTB, memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke pasar nasional. Banyak wisatawan yang membeli oleh-oleh di Toko Pernik mengaku puas, karena menemukan produk unik yang tidak ada di tempat lain.
Kisah Baiq Veri menjadi bukti bahwa usaha kerajinan tangan memiliki potensi besar untuk sukses asalkan ditekuni dengan sepenuh hati. Menurut Baiq Veri, setiap pengusaha pemula harus tampil berani menghadapi tantangan, tidak takut gagal, dan selalu berinovasi. Rekan-rekan muda di Mataram maupun di luar daerah dihimbau untuk memanfaatkan era digital sebagai media promosi efektif.
Ia juga berpesan agar tidak gengsi untuk belajar dari siapapun, karena jaringan dan kolaborasi memegang peranan penting dalam membesarkan usaha. Satu hal yang paling utama adalah percaya pada diri sendiri dan tetap rendah hati meski telah berhasil.
Perjuangan Baiq Veri dan berkembangnya Toko Pernik di Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi inspirasi nyata bagi banyak orang untuk tidak pantang menyerah. Berangkat dari usaha kecil-kecilan, Baiq Veri membuktikan bahwa kerja keras, kreativitas, dan niat tulus dapat membawa perubahan nyata, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa peluang sukses bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal-hal sederhana seperti kerajinan tangan. Asalkan konsisten dan terus berinovasi, tidak ada batasan untuk mencapai impian.